Maling! Mantan Kades di Sukabumi Korupsi Dana Desa Hingga Rp 685 Juta

Jumat, 28 Januari 2022 – 18:45 WIB
Maling! Mantan Kades di Sukabumi Korupsi Dana Desa Hingga Rp 685 Juta - JPNN.com Jabar
Ilustrasi korupsi. Foto: dok.JPNN.com

jabar.jpnn.com, SUKABUMI - Mantan Kepala Desa (Kades) Kademangan, kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi berinsial DE (50) maling duit rakyat demi kepentingan pribadi. Total uang Dana Desa yang dipakai berjumlah Rp 685 juta.

"Uang negara yang diduga diselewengkan DE merupakan anggaran dana desa (ADD), dana desa (DD) anggaran 2018-2019 dan bantuan Provinsi Jabar tahun 2019. Dari hasil perhitungan, uang negara yang dikorupsi tersangka totalnya Rp 685.183.729??," kata Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah di Sukabumi, Jumat (28/1).

Dedy merincikan, untuk ADD, DD dan Bantuan Provinsi Jabar tahun anggaran 2018 yang dikorupsi tersangka senilai Rp240.289.819. Kemudian pada tahun anggaran 2019 tersangka menyelewengkan ADD tahap I serta DD tahap I dan II dengan total Rp333.477.400.

Tidak hanya itu, tersangka juga menggelapkan dana kelebihan bayar yang melebihi volume Rp111.416.510. Seharusnya anggaran tersebut dikembalikan ke negara namun tersangka malah menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

Modus yang dilakukan tersangka untuk menutupi ulahnya dengan cara membuat laporan fiktif berbagai kegiatan yang sumber dananya dari anggaran tersebut.

Namun, kenyataannya seluruh kegiatan hingga pengadaan barang tidak ada.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila menjelaskan, Bantuan Provinsi Jabar 2019 untuk pembelian satu unit mobil Suzuki AVP yang akan dijadikan ambulans senilai Rp200 juta oleh tersangka malah dibelanjakan mobil Toyota Avanza untuk kepentingan pribadinya.

"Berkas perkara tersangka sudah lengkap dan dalam waktu dekat akan diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Sukabumi agar kasus ini bisa segera disidangkan," tuturnya.

Mantan Kades di Sukabumi maling duit dana desa demi mobil impian. Total kerugian negara mencapai Rp 685 juta.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News