Kronologi Kasus Diskriminasi Siswa Rohkris di SMAN 2 Depok, Ternyata...

jabar.jpnn.com, DEPOK - Kepala SMAN 2 Depok Wawan Ridwan angkat bicara ihwal viralnya kabarnya yang menyebut siswa-siswi Rohkris (Rohani Kristen) mengalami diskriminasi dalam ekstra kurikuler (ekskul).
Wawan menjelaskan bahwa sebenarnya setiap hari di SMA Negeri 2 Depok sebelum memulai pembelajaran pada pukul 06.45 WIB selalu diawali dengan kegiatan keagamaan dan penguatan karakter sesuai dengan agamanya masing-masing.
“Namun, ruang multiguna tersebut dipakai untuk menyimpan seragam siswa kelas X,” ucap Wawan di SMAN 2 Depok, Jumat (7/10).
Sehingga, untuk kegiatan doa pagi atau saat teduh bagi siswa Nasrani pada Jumat (30/9), dipindahkan ke ruang pertemuan di lantai dua.
“Pemindahan ruangan juga sudah saya sampaikan satu hari sebelumnya, kepada petugas kebersihan dan salah satu siswa Rohkris,” ujarnya.
Namun, saat doa hendak dimulai, petugas kebersihan terlambat hadir untuk membuka pintu ruangan.
Baca Juga:
“Siswanya sudah datang, tetapi petugas kebersihannya terlambat membuka ruangan jadi siswa menunggu di lorong ruang pertemuan,” terangnya.
Kemudian, beredarlah foto siswa Rohkris yang sedang menunggus di tangga dan lorong pertemuan.
Kepala SMAN 2 Depok Wawan Ridwan berikan penjelasan terkait viralnya siswa Rohkris (Rohani Kristen) yang disebut mengalami diskriminasi. Begini penjelasan dia.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News