Pengakuan Pembina Rohkris Ihwal Diskriminasi di SMA Negeri 2 Depok

jabar.jpnn.com, DEPOK - SMA Negeri 2 Depok diduga melakukan diskriminasi kepada siswa Rohani Kristen (Rohkris), hingga viral di media sosial.
Pembina Rohani Kristen SMAN 2 Depok, Mayesti Sitorus mengatakan memang di SMA Negeri 2 Depok setiap Selasa hingga Jumat melakukan doa bersama sebelum pembelajaran dilakukan (saat teduh).
“Namun, ketika kami pindah dan pergi ke lantai atas kondisi ruangan masih terkunci. Kemudian petugas kebersihan datang dan mengaku sedang tidak memegang ponsel sehingga sedikit terlambat membukan pintunya," katanya, Jumat (7/10).
Mayesti Sitorus juga mengakui jika dirinyalah yang mengambil foto siswa saat berada di selasar, dan mengirimkan foto tersebut ke grup alumni sehingga viral.
“Yang foto saya, karena saya suka bercerita kemudian saya kirim ke grup alumni Rohkris,” ujarnya.
Dia mengatakan hal itu dilakukan berdasarkan hati nurani yang dirasakannya.
“Namanya hati nurani yah, karena kejadian ini juga sudah sering terjadi. Saya ingin agar petugas itu bersiap dan bersiaga agak kejadian seperti ini tidak perlu terjadi dan terulang kembali," kata Mayesti.
Dia berharap meski tidak ada ruangan khusus, tetapi bisa dipersiapan untuk kegiatan saat teduh setiap paginya untuk siswa Rohkris.
Penjelasan lengkap Pembina Rohani Kristen (Rohkris) SMAN 2 Depok, Mayesti Sitorus ihwal kasus diskriminasi yang tejadi di sekolah. Begini pengakuannya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News