Paguyuban Pengawal NKRI Tuntut Pemerintah Bubarkan Ponpes Al-Zaytun Indramayu

jabar.jpnn.com, BANDUNG - Masyarakat yang mengatasnamakan Paguyuban Pengawal NKRI melakukan aksi unjuk rasa di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (27/6).
Mereka membawa sejumlah tuntutan, salah satunya meminta pemerintah untuk membubarkan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun pimpinan Panji Gumilang itu.
Selain itu, pemerintah juga harus memfasilitasi dan menyelamatkan ribuan santri yang menempuh pendidikan di Al-Zaytun.
“Tuntutan kami, yang pertama adalah memproses hukum (Panji Gumilang), kedua membubarkan dan menutup Al-Zaytun, dan terakhir mencari solusi atas para anak didik kami karena mereka adalah korban,” kata perwakilan Paguyuban Pengawal NKRI M Rizal Fadillah ditemui seusai orasinya.
Menurutnya, Panji Gumilang merupakan sosok penjahat yang berlindung di balik agama. Kejahatannya bahkan dianggap fatal dan meresahkan karena sudah mengacak-acak ketentuan syariat agama Islam.
“Panji Gumilang ini penjahat berkedok agama. Kedoknya soal lembaga pendidikan Islam, kedoknya peradaban Islam, kedoknya kerukunan beragama, itu kedoknya. Dia itu penjahat, jahat mengacak-acak syariat, mengacak-acak agama,” terangnya.
Baca Juga:
Sejumlah pernyataan yang disoroti mereka di antaranya, perempuan salat di saf terdepan, dibolehkannya perempuan khutbah saat pelaksanaan Salat Jumat, barisan salat yang direnggangkan, dan lainnya.
“Kemudian, soal Al-Qur’an bukan kalamullah, sangat prinsip sekali itu menganggap Al-Qur;an itu ucapan rasul, ucapan Nabi Muhammad SAW. (mcr27/jpnn)
Masyarakat yang mengatasnamakan Paguyuban Pengawal NKRI menuntut pemerintah untuk membubarkan Ponpes Al-Zaytun Indramayu.
Redaktur : Ridwan Abdul Malik
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News