Pelaku Penjambretan Semakin Berani di Bandung, Begini Tanggapan Kriminolog
jabar.jpnn.com, BANDUNG - Kejadian penjambretan yang menimpa bocah 14 tahun di Jalan Pungkur, Kota Bandung, menjadi tindak kejahatan yang cukup sering terjadi di kota-kota besar. Lingkungan yang ramai, justru menjadi pemicu tindak kriminalitas bisa terjadi di sana, bahkan di siang hari.
Kriminolog Universitas Islam Bandung (Unisba) Profesor Nandang Sambas mengatakan, Kota Bandung sebagai salah satu kota besar di Indonesia tentunya tak luput dari tindak kriminalitas yang terjadi di masyarakat.
Dorongan ekonomi membuat pelaku berani melakukan tindakan tersebut, sekali pun dilakukan di siang hari dan di tempat yang ramai.
“Iya memang sampai saat ini Bandung masih termasuk salah satu kota besar di Indonesia yang tidak luput dari tingkat kriminalitas. Dorongan ekonomi menjadi salah satu pemicu mengapa pelaku berani melakukan tindakan tersebut, walau pun di tempat ramai dan masih siang hari,” kata Nandang dihubungi JPNN.com, Jumat malam (25/3).
Nandang mengungkapkan, Jalan Pungkur yang menjadi lokasi penjambretan dikenal sebagai salah satu jalan ramai di Bandung. Sehingga Ia berpendapat, satuan pengamanan agak melonggarkan patroli karena dianggap sebagai wilayah yang aman.
Dalam artian, bukan jalan sepi yang memang berisiko terjadinya tingkat kejajahatan di sebuah wilayah.
“(Jalan) Pungkur dianggap jalan ramai, termasuk sore hari sehingga tidak menjadi salah satu tempat yang tidak diperlukan patrol, karena dipandang tidak cukup berisiko,” ujarnya.
Dosen di kampus Unisba ini menambahkan, melihat banyaknya kasus kejahatan di jalanan khususnya, seharusnya pihak keamanan termasuk polisi perlu berpatroli menyisir setiap wilayah.
Kriminolog Unisba Nandang Sambas menanggapi kejadian kejahatan penjambretan yang menimpa siswi SMP di Bandung. Simak penjelasannya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News