Program Antikorupsi Harus Benar-benar Dielaborasi Dalam Debat Capres Perdana Nanti

Doktor lulusan London School of Economics (LSE) ini juga mencatat kekurangan dalam visi dan misi ketiga capres dalam memastikan terpilihnya pimpinan KPK yang kredibel.
Serta kurangnya kejelasan dalam memperbaiki koordinasi dan keselarasan antara kepolisian, kejaksaan, dan KPK dalam memproses kasus korupsi.
Pertanyaan krusial dalam visi dan misi para capres, lanjut dia, juga muncul mengenai sektor prioritas untuk pemberantasan korupsi, seperti sumber daya alam, sektor keuangan, persenjataan, infrastruktur, atau sektor lain yang dianggap harus menjadi fokus utama.
Dalam pernyataannya, Vishnu mengatakan bahwa debat pertama ini sangat penting untuk mengungkapkan kepada publik program pemberantasan korupsi yang lebih detail, konkret, dan realistis dari ketiga kandidat.
Pengalaman pemerintah Presiden RI Joko Widodo menunjukkan bahwa fokus utama pada pencegahan korupsi tidak memberikan hasil yang memuaskan, terbukti 8 menteri atau wakil menteri diduga atau terjerat kasus korupsi.
Dengan meningkatnya urgensi pemberantasan korupsi, kata dia, publik ingin mendengar solusi yang konkret dan terperinci dari tiga calon presiden: Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo.
Vishnu mengajak semua pihak untuk mengikuti debat ini secara cermat, ketajaman argumen pada debat pertama para capres ini dapat menjadi tolok ukur bagi publik dalam menilai komitmen nyata dari calon presiden terkait dengan pemberantasan korupsi, suatu isu yang sangat sentral dalam membangun tata kelola pemerintah yang bersih dan berintegritas dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045. (antara/jpnn)
Pengamat politik kebijakan publik dari Universitas Indonesia (UI), Vishnu Juwono mengatakan debat capres wajib mengelaborasi program antikorupsi.
Redaktur & Reporter : Yogi Faisal
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News