Harga Kacang Kedelai Tidak Stabil, Begini Respons Disdagin Kota Bandung

Selasa, 15 Februari 2022 – 13:22 WIB
Harga Kacang Kedelai Tidak Stabil, Begini Respons Disdagin Kota Bandung - JPNN.com Jabar
Pengrajin tempe. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

"Sedangkan, 2,6 juta ton yang didatangkan dari luar negeri atau impor. Sementara di negara produsen seperti Brazil, Argentina dan Amerika Serikat sedang terjadi faktor cuaca ekstrem, diduga memengaruhi kualitas dan kuantitas panen, sehingga harga mengalami kenaikan," ujar Meiwan. 

Lebih lanjut, Ia memprediksi berdasarkan data Kemendagri tersebut. Tren kenaikan harga kedelai akan terjadi hingga Mei 2022. 

Sementara untuk penurunan harga, diperkirakan akan terjadi pada pertengahan tahun ini. 

Ihwal rencana para perajin tahu tempe untuk melakukan aksi mogok produksi pada 21-23 Februari, Meiwan meminta untuk dibatalkan.

Ia paham, bila perajin kesulitan dengan kondisi ini, namun kondisi ini tidak hanya terjadi di pasar lokal saja, tetapi juga nasional dan bahkan internasional. 

"Kami mah kepada produsen kalau mau naik mah naik saja, tetapi ya kalau mau ngasih tahu ke masyarakat tidak perlu mogok," katanya. (mcr27/jpnn)

Disdagin Kota Bandung merespons ketidakstabilan harga kacang kedelai yang sudah menyentuh Rp 11.250 per kilogram, termasuk rencana aksi mogok produksi perajin tahu dan tempe di Bandung. Begini penjelasannya.

Redaktur : Ridwan Abdul Malik
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina

Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News