Dokter Nefrologi RSHS Bandung: Penghentian Sementara Obat Sirup Memiliki Efek Domino

Kamis, 20 Oktober 2022 – 15:20 WIB
Dokter Nefrologi RSHS Bandung: Penghentian Sementara Obat Sirup Memiliki Efek Domino - JPNN.com Jabar
Kepala Divisi Nefrologi KSM IKA Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Prof Dr Dany Hilmanto. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jabar.jpnn.com, BANDUNG - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau kepada masyarakat untuk menghentikan sementara penggunaan seluruh obat berbentuk cair atau sirup, bukan hanya parasetamol.

Pasalnya, yang kini tengah ditelusuri dan diduga menjadi biang kerok ginjal akut misterius adalah komponen pembentuk bahan sirup, bukan parasetamolnya.

Kepala Divisi Nefrologi KSM IKA Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Prof Dr Dany Hilmanto memberi pandangannya ihwal imbauan ini.

Menurutnya, secara pribadi tidak mengiyakan dan menolak imbauan yang disampaikan Kementerian Kesehatan.

“Tidak mengiyakan apa yang disampaikan Kemenkes, tetapi tidak juga menolak. Semua diserahkan kepada masing-masing,” katanya di Bandung, Kamis (20/10).

Dany mengungkapkan, penggunaan obat sirup khususnya parasetamol untuk pengobatan sudah lama dipakai, dan selama ini tidak ada masalah.

Maka bila langsung disetop peredarannya, maka efek domino bisa saja terjadi. Salah satunya akan berdampak produsen obat sirup cair.

Lebih lanjut, menurutnya, parasetamol cair yang dimaksud adalah yang mengandung senyawa etilen glikol.

Dokter nefrologi anak RSHS Bandung memberi pandangannya soal imbauan Kemenkes penghentian sementara penggunaan obat sirup.
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News