Kisah Sukses Prostreet, Brand Otomotif Asal Bandung yang Kini Mendunia

Perlahan tapi pasti, modal untuk mengembangkan Prostreet terkumpul kembali. Freddy mulai memperbaiki bisnis utamanya dengan membuat 1-2 lusin kaus yang dia pasarkan ke teman-temannya.
Keterbatasan dana Freedy, tak membuatnya menyerah. Ia melakukan semua hal sendiri, mulai dari desain, marketing, hingga mengantarkannya ke pihak ekspedisi.
Setiap hari, Freddy pulang ke rumah jam 2 dini hari dan jam 8 pagi sudah pergi bekerja lagi.
“Dulu istri (menegur), sampai bilang ‘anak kamu lama-lama panggil om’. 4 tahun saya babak belur dan mulai maju di tahun 2017,” kata Freddy ditemui di Bandung, belum lama ini.
Alumni SMA Negeri 1 Bandung itu menyampaikan salah satu keunggulan Prostreet dibandingkan produk otomotif lainnya adalah desain.
Berbeda dengan pakaian pada umumnya, desain yang dibuat Prostreet sangat detail dan rumit. Sehingga memberi kesan eksklusif ketika memakainya.
“Kerumitan ini justru menjadi jiwa dalam desain Prostreet. Desain ini kemudian disukai banyak konsumen dari pegiat sportbike,” terangnya.
Beberapa desain yang diproduksi Prostreet pun terinspirasi dari gaya tatto Yakuza, Jepang. Ia kemudian mengombinasikan desain tersebut ke dalam pakaian yang kini dijual di tokonya.
Cerita Freddy Hadiono, jatuh bangun membuat brand otomotif asal Bandung, Prostreet.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News