Sepanjang Tahun Ini 1.932 Warga Kabupaten Bogor Terjangkit DBD, 18 di Antaranya Meninggal Dunia

Minggu, 09 Juni 2024 – 09:00 WIB
Sepanjang Tahun Ini 1.932 Warga Kabupaten Bogor Terjangkit DBD, 18 di Antaranya Meninggal Dunia - JPNN.com Jabar
Nyamuk Aedes Aegepty penyebar demam berdarah. Foto: Health

jabar.jpnn.com, KABUPATEN BOGOR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat mewaspadai demam berdarah dengue atau DBD karena sejak Januari-Juni 2024 sudah 18 orang meninggal terkena penyakit tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor, Adang Mulyana mengungkapkan secara keseluruhan angka DBD hingga saat ini tercatat 1.932 kasus di Kabupaten Bogor.

"Januari 256 kasus, Februari 313 kasus, Maret 561 kasus, April 408 kasus, Mei 393 kasus dan Juni 1 kasus. Total Januari-Juni 2024 mencapai 1.932 kasus, dengan 18 orang meninggal dunia,” ungkap Adang.

Adang menjelaskan ada lima kecamatan yang perlu diwaspadai dengan kasus DBD tertinggi, yaitu Cibinong, Cileungsi, Jonggol, Gunungputri, dan Bojonggede.

“Kecamatan Cibinong memiliki 224 kasus, Cileungsi 209 kasus, Jonggol 145 kasus, Gunung Putri 134 kasus, dan Bojonggede 93 kasus,” ujarnya.

Adang menegaskan bahwa jumlah kasus DBD hampir dua kali lipat setiap bulannya dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023.

Hal itu membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor memasifkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di beberapa wilayah, mulai dari melakukan penyuluhan hingga penyemprotan menggunakan alat fogging atau pengasapan.

Ia mengimbau warganya untuk mewaspadai penyakit DBD yang mulai marak di sejumlah wilayah.

Dinkes Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat mewaspadai demam berdarah dengue (DBD) karena sejak Januari-Juni 2024 sudah 18 orang meninggal dunia.
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News