Strategi Bappeda Jabar Menghadapi Bonus Demografi Indonesia

Selasa, 07 November 2023 – 21:30 WIB
Strategi Bappeda Jabar Menghadapi Bonus Demografi Indonesia - JPNN.com Jabar
Kepala Bappeda Jabar Iendra Sofyan (tengah) dalam acara ‘Ngobrol Perencanaan Bareng Media’ di Bandung, Selasa (7/11). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/jpnn.com

“Kegiatan ekonomi apa yang bisa kita dapat? Tapi dengan adanya kereta cepat berarti kegiatan ekonomi mulai mengarah ke Kota Bandung, jalan tol terhubung, nanti 2024 Tol Getaci mulai dibangun artinya peluang ekonoi akan keluar dari Jakarta,” terangnya.

Tantangan berikutnya adalah soal daya dukung tampung dan ketahanan pangan, di mana Jabar akan menghadapi isu lingkungan hidup, perubahan iklim, dan mekanisme transisi energi.

Lalu poin kelima, kata Iendra, jumlah penduduk akan semakin bertambah di mana pada tahun 2045 diperkirakan jumlah penduduk Jabar akan mencapai 56,8 juta jiwa.

Keenam, muncul tantangan di sektor digitalisasi dan hi-tech lewat implementasi dan dampaknya.

“Contoh penggunaan kendaraan listrik secara luas, yang berpotensi mengurangi pendapatan. Saat ini kabupaten kota itu sektor PAD-nya cuma 30 persen, sisanya mengandalkan dana bagi hasil dan transfer dari pusat,” tuturnya.

Kemudian tantangan ketujuh menurutnya ialah urusan sosial dan budaya. Di mana tradisi dan modernisasi akan berbenturan, urbanisasi dan preservasi kawasan rural.

Terakhir, tantangan ada pada penataan daerah otonomi lewat pembentukan kabupaten kota baru.

“Kami menargetkan sembilan DOB dan 37 kabupaten kota masuk masterplan Jawa Barat, tapi sekarang masih moratorium,” ungkapnya.

Begini cara Bappeda Jabar dalam menghadapi bonus demografi Indonesia di tahun 2045.
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News