Umar Sumarta, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang Tak Pernah Melupakan Jenderal Dudung

Kata Umar, dia berinisiatif membuat lukisan itu. Dia bangga, dari sekian banyak muridnya ada satu orang yang sukses dalam karir kemiliteran.
"Jadi lulusan ini tidak dipesan, tetapi hanya ide inisiatif saya melukis murid saya. Sampai saya bangga, berhasil waktu saya melukis. Waktu saya bisa ketemu kembali, di situ saya bangga. Karena murid saya banyak, yang paling melesat ya Pak Jenderal Dudung," ucapnya dengan bangga.
Lukisan itu kini sudah ada di kediaman Jenderal Dudung. Umar membawanya untuk kemudian diserahkan langsung kepada mantan murid asuhnya itu.
Bahkan, Umar sempat menolak ketika lukisan itu akan dibawa tanpa dibingkai. Dia ingin mengemas lukisan tersebut menjadi kado spesial dengan bingkai khusus yang sudah dibuatnya.
Lukisan 'Toleransi' itu Umar bawa bersama keluarga dan salah seorang pengacara pribadinya, Heri Wijaya.
"Ini salah satu bentuk respect dari seorang guru kepada muridnya," kata Heri. (mcr27/jpnn)
Cerita Umar Sumarta, guru sekolah KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, melukis khusus dan serahkan langsung lukisannya ke KSAD Dudung.
Redaktur : Ridwan Abdul Malik
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News