Tiga Unsur Motif Penyebab Molornya Pengungkapan Kasus Pembunuhan di Subang

Rabu, 15 Juni 2022 – 22:30 WIB
Tiga Unsur Motif Penyebab Molornya Pengungkapan Kasus Pembunuhan di Subang - JPNN.com Jabar
Ilustrasi pembunuhan. Grafis: Rahayuning Putri Utami/JPNN.com

jabar.jpnn.com, BANDUNG - Penanganan kasus kematian Tuti (55) dan Amelia Mustika (23) di Kabupaten Subang, Jawa Barat, tidak kunjung menunjukkan progres signifikan. Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka pembunuhan ibu dan anak itu.

Jasad Tuti dan Amelia ditemukan di dalam bagasi mobil di sebuah rumah di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak pada18 Agustus 2021 . Polisi memastikan keduanya korban pembunuhan.

Penyelidikan kasus itu berjalan lebih dari 10 bulan. Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menyelidiki kasus itu setelah mengambil alih penanganannya dari Polres Subang.

Polisi juga sudah memeriksa ratusan saksi, mengamankan banyak barang bukti, bahkan menyebar sketsa terduga pelaku. Kapolda Jabar Irjen Suntana pun berkali-kali menyatakan bakal menetapkan tersangka kasus itu.

Namun, sampai saat ini belum ada tersangka yang dijerat polisi. Hal itu menjadi sorotan kriminolog Universitas Padjadjaran (Unpad) Yesmil Anwar.

Menurut Yesmil, polisi terlihat sangat berhati-hati dalam mengusut kasus tersebut. Dia menduga ada keterlibatan pihak tertentu yang memaksa polisi berhati-hati.

“Ini masih dugaan, yakni keterlibatan oknum polisi. Proses itulah yang membuat ini (polisi) agak hati-hati,” ujar Yesmil, Rabu (15/6).

Pengajar ilmu hukum itu menuturkan kriminologi membagi motif kejahatan menjadi tiga unsur, yakni kekuasaan, harta, dan hubungan sosial.

Kriminolog Unpad Yesmil Anwar ungkap tiga unsur penyebab molornya pengungkapan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News