Analisis Kriminolog soal Polisi Tak Kunjung Jerat Pembantai Ibu dan Anak di Subang

Rabu, 15 Juni 2022 – 20:25 WIB
Analisis Kriminolog soal Polisi Tak Kunjung Jerat Pembantai Ibu dan Anak di Subang - JPNN.com Jabar
Ilustrasi pembunuhan. Foto: JPNN.com

jabar.jpnn.com, BANDUNG - Kriminolog Universitas Padjajaran (Unpad) Yesmil Anwar turut angkat bicara terkait molornya pengungkapan kasus pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Subang.

Yesmil menyebut ada tiga unsur motif yang memengaruhi lambatnya pengungkapan kasus tersebut. Di antaranya kekuasaan, harta, dan hubungan sosial.

“Ketiga motif itu bisa berdiri sendiri, bisa satu sama lain yang saling berhubungan. Nah ini waktu digali ternyata bukan persoalan keuangan saja, bukan harta saja tetapi ada urusan dengan hubungan sosial, yang kemudian menjadi berkembang,” ujar Yesmil kepada JPNN.com, Rabu (15/6).

Yesmil menduga, polisi sebenarnya sudah memiliki titik terang dalam kasus ini. Terutama soal calon tersangka.

Hal itu terbukti dari pernyataan Kapolda Jabar Irjen Suntana pada Desember silam yang mengaku telah mengantongi nama calon tersangka.

Selain itu, polisi juga telah berhasil menggambarkan sketsa ciri-ciri wajah pelaku pembunuhan di Subang.

Namun, Yesmil memprakirakan, dalam proses penyelidikan polisi menemukan fakta-fakta baru yang diduga menjadi penghambat proses pengungkapan.

“Ketika awal melihat peristiwa itu kan sama-sama gelap, enggak tau pelakunya siapa. Kemudian dilakukan forensik, dicarikan bukti-bukti dan saksi-saksi dan juga olah TKP. Dari beberapa rekonstruksi dan olah TKP, ternyata ada perkembangan lagi mengenai keterlibatan orang dekat, kemudian perkembangan juga harus dilihat kemungkinan dari motif kejahatan,” tutur Yesmil.

Kriminolog Unpad Yesmil Anwar menyampaikan kemungkinan sebab kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang tak kunjung terungkap. Diduga ada keterlibatan oknum polisi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News