Buntut Kenaikan BBM, Ongkos Angkot di Bandung Dipatok Rp 4.000
![Buntut Kenaikan BBM, Ongkos Angkot di Bandung Dipatok Rp 4.000 - JPNN.com Jabar](https://cloud.jpnn.com/photo/jatim/news/normal/2022/09/06/ilustrasi-sopir-angkot-di-terminal-cicaheum-kota-bandung-dis-wyua.jpg)
jabar.jpnn.com, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih menggodok kenaikan tarif angkutan kota atau angkot menyusul naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Dadang Darmawan menuturkan, dalam penentuan kenaikan ongkos angkot, pikaknya melaksanakan rapat bersama instansi terkait seperti, Organisasi Angkutan Darat (Organda), Koperasi Angkutan Masyarakat (Kopamas), Koperasi Jasa Angkutan Bandung Tertib (Kobanter), dan Kobutri.
Dalam rapat itu, akhirnya disepakati kenaikan ongkos angkot untuk setiap trayek di Bandung sebesar Rp 1.000.
“Tadi kami lakukan perhitungan bersama dan disepakati bahwa kenaikan angkutan kota di Bandung itu naik Rp 1.000 dari tarif yang lama,” kata Dadang ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, dikutip Rabu (7/9).
Kata Dadang, setiap organisasi transportasi mengusulkan besaran kenaikan tarif. Organda mengajukan besaran tarif sebesar 46 persen, sementara untuk angkutan barang kenaikannya berkisar 20 – 25 persen.
Kopamas mengusulkan kenaikan Rp 1.000 dari tarif sebelumnya, dan Kobanter mengajukan 30 persen kenaikannya.
“Ini bukan semata-mata usulan dari satu koperasi saja, tetapi kami coba hitung bersama-sama, dari komponen kenaikan BBM, suku cadang, ban, dan biaya personel,” ujarnya.
Dengan adanya kenaikan tarif ini, maka ada perubahan terkait ongkos angkot. Adapun menurut dia, besaran biaya angkot satu harga ditetapkan oleh Dishub Bandung.
Dishub Bandung mengusulkan kenaikan ongkos angkot di Bandung sebesar Rp 1.000 untuk seluruh trayek. Tarifnya jadi segini.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News