7 Sapi Bergejala PMK, Pemkot Bogor Tutup Pasar Hewan Bubulak

jabar.jpnn.com, KOTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menutup sementara pasar hewan di area Rumah Potong Hewan (RPH) Bubulak selama 14 hari, akibat temuan tujuh sapi bergejala penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Anas Rasmana mengatakan, penutupan dilakukan untuk menghindari potensi penyebaran PMK kepada 400 sapi lain di pasar hewan area RPH Bubulak.
"Sama seperti pasien yang terkena Covid-19 pada manusia ada masa karantina, untuk hewan yang terkena PMK juga kami karantina supaya penyakitnya tidak menyebar," kata Anas, Senin (6/6).
Anas menerangkan, PMK pada tujuh sapi itu mulai terdeteksi setelah empat hari berada di pasar hewan area RPH Bubulak Kota Bogor.
Ketujuh sapi datang dari wilayah Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah dengan dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) lengkap dari pengirim dan terlihat sehat sehingga lolos dari pos penyekatan di Kota Bogor pada Minggu (29/5).
Selanjutnya, pada Rabu (1/6) ketujuh sapi menujukan gejala PMK dan terus semakin nampak sehingga pada Sabtu (4/6) dilakukan uji klinis dan kini tengah menunggu hasil laboratorium.
"Kami masih menunggu hasilnya, mungkin besok hasilnya baru keluar," jelasnya.
Sementara ini, kata Anas, RPH hanya berjalan untuk pemotongan sapi kebutuhan daging di pasar tradisional.
Tujuh sapi bergejala PMK, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menutup sementara pasar hewan di area Rumah Potong Hewan (RPH) Bubulak selama 14 hari.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News