Mahasiswa UIN Bandung Sambut Baik Ajakan Gus Nadirsyah agar Selektif Sikapi Isu Boikot

“Tapi, saya baru tahu dari seminar ini bahwa itu ternyata itu belum terbukti kebenarannya dan perlu diklarifikasi lagi tentang kebenarannya,” katanya.
Ke depan, Danu mengaku akan mengubah cara pandangnya selama ini terkait produk-produk yang disebut-sebut terafiliasi dengan Israel.
“Pandangan saya sebagai mahasiswa ke depan harus lebih teliti dan banyak belajar. Kalau ditarik ke kaidah unsur fiqih atau satu kaidah la yazidu, tidak ada kewenangan bagi seseorang untuk membenarkan tanpa ada tashawur atau penelitian terlebih dahulu,” tuturnya.
Mahasiswa lainnya, Syah Reza juga menyampaikan hal yang sama. Sebagai mahasiswa, dia juga menyatakan akan bersikap lebih kritis lagi dalam melihat produk-produk yang selama ini disebut-sebut terafiliasi dengan Israel.
Kata Reza, seperti yang disampaikan Gus Nadir, apakah produk itu diboikot atau tidak, ada ambiguitas dalam penafsirannya.
“Jadi, harus diverifikasi kembali apakah informasi itu benar atau tidak. Artinya, yang diboikot itu memang Israelnya atau orang yang berjualan di sana. Yang tadi dijelaskan Gus Nadir, masak kita berjualan atau berbisnis di Israel misalkan itu dibilang mendukung Israel, kan tidak,” ucapnya.
Dia mengakui sangat tercerahkan dengan penjelasan yang disampaikan Gus Nadir terkait isu boikot produk-produk Israel.
“Saya tentang boikot sendiri, sudah sering mengikutinya. Tapi, saya baru paham bahwa kita sebagai mahasiswa harus lebih jeli lagi melihat ulang apakah produk itu memang benar-benar harus diboikot atau tidak. Artinya, kita harus mengoreksi kembali, memverifikasi kembali dan jangan menerima mentah-mentah apa yang ada di media sosial,” katanya.
Selanjutnya, Salsabila Fitriyani juga menyampaikan akan bersikap lebih selektif terkait ajakan boikot terhadap produk-produk yang disebut-sebut terafiliasi Israel setelah mendengar penjelasan Gus Nadir.
“Bagus ya, dengan adanya penjelasan dari Gus Nadir tadi, jadi kita itu ternyata harus benar-benar selektif dalam memilih mana saja produk yang perlu diboikot. Selama ini saya kan taunya nama-nama produk yang diboikot itu hanya dari media sosial saja,” ungkapnya. (mar5/jpnn)
Cendekiawan Muslim Prof. Nadirsyah Hosen dari Monash University, Australia, meminta para mahasiswa untuk tidak menerima langsung ajakan boikot sebuah produk.
Redaktur & Reporter : Ridwan Abdul Malik
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News