Masyarakat Diminta Tidak Sembarangan Lakukan Boikot

jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Kecanggihan teknologi memudahkan manusia dalam melakukan berbagai hal termasuk mencari informasi.
Media sosial hingga kecerdasan buatan (AI) menjadi alternatif publik, apalagi gen-z dan setelahnya sebagai platform untuk mendapatkan informasi.
Kemudahan-kemudahan tersebut membuat arus informasi semakin deras bahkan tak jarang bias.
Di tengah derasnya arus tersebut, generasi yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi harus lebih skeptis dan kritis dalam menyikapi semua informasi yang muncul.
Cendekiawan Muslim Indonesia, Professor Nadirsyah Hosen mencontohkan salah satu isu yang perlu dikritisi adalah maraknya ajakan boikot di Indonesia.
Titik beratnya terkait akurasi data berkenaan dengan daftar produk yang beredar di tengah masyarakat.
"Memang ini menjadi problem, kita ingin memboikot karena memang kejahatan kemanusiaan dilakukan oleh Israel. Jadi kita prinsipnya oke memboikot tetapi jangan sampai salah sasaran," ujar Nadirsyah Hosen dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com, dikutip Kamis (5/12/2024).
Hal tersebut disampaikan Gus Nadir, sapaannya, dalam seminar bertema Peluang dan Tantangan Integrasi AI dan Sosial Media dalam Globalisasi di Kampus UIN Sunan Gunung Djati, Kota Bandung, Selasa (3/12/2024).
Masyarakat l diminta untuk lebih bijaksana ketika mengetahui suatu produk terafiliasi Israel.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News