Demo Kawal Putusan MK, DPRD Jabar Mencekam, Gedung Sate Hura-hura

Sayup-sayup keramaian pun terdengar nyaring sampai ke lokasi demo. Polisi pun berjaga di pertigaan Jalan Diponegoro yang menghubungkan kantor DPRD dengan Gedung Sate.
Suasana di kantor DPRD cukup mencekam. Massa aksi melempar petasan, flare, hingga batu ke dalam kantor DPRD, yang kemudian direspon polisi dengan water cannon dan gas air mata untuk membubarkan kelompok.
Pengunjung WJF, Rubby Jovan (21) mengatakan, baru pertama kali berada di situasi seperti itu. Dia yang datang dengan teman-temannya itu memang sudah lama membeli tiket WJF untuk menikmati berbagai acara di sini.
Rubby pun cukup terkejut sebab saat sedang menyaksikan penampilan grup musik, telinganya juga mendengar suara-suara kericuhan demo dari sisi kantor dewan.
“Unik juga sih, semalam lagi nonton (grup musik) RAN sama Club Dangdut Racun tapi juga sambil dengar suara-suara orang lagi demo dari kantor DPRD. Fokusnya agak terbagi,” kata Rubby.
Situasi yang kontras ini pun mendapat tanggapan Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Machmudin.
Bey mengatakan, kegiatan WJF sebagai perayaan HUT ke-79 Provinsi Jawa Barat, sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari dari polemik revisi UU Pilkada.
Bey pun berkeyakinan, acara WJF yang diisi dengan berbagai tenant UMKM ini tetap berjalan sesuai rencana dan dihadiri banyak pengunjung.
Aksi demo tolak revisi UU Pilkada di Kantor DPRD Jabar diramaikan juga dengan kegiatan WJF yang diselenggarakan di Gedung Sate. Jaraknya tak kurang dari 1 km.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News