Pancaroba Dinilai Jadi Biang Kerok Meningkatnya Penyakit DBD

Jumat, 22 Maret 2024 – 16:30 WIB
Pancaroba Dinilai Jadi Biang Kerok Meningkatnya Penyakit DBD - JPNN.com Jabar
Ilustrasi pasien penderita demam berdarah dengue (DBD). Foto: ilustrasi/ Antara/Kornelis Kaha

jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Provinsi Jawa Barat diminta waspada atas lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) selama musim pancaroba.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes), kasus DBD hingga tanggal 20 Maret 2024 sudah di angka 11.058 dengan angka kematian sebanyak 96 orang.

Kepala Dinkes Jabar Vini Adiani Dewi mengatakan, demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang terjadi sepanjang tahun. Namun, menurutnya ada periode di mana kasus DBD melonjak, khususnya saat masa pancaroba.

”DBD ini penyakit sepanjang tahun dan pada kondisi tertentu akan mengalami peningkatan sesuai peningkatan perkembangbiakan nyamuk. Jadi perkembangbikan nyamuk dipengaruhi lingkungan,” kata Vini, Jumat (22/3).

Pada masa pancaroba, Vini menjelaskan, ada banyak genangan air muncul. Genangan air itu lah yang kemudian menjadi tempat berkembangbiak nyamuk Aedes aegypti dan membuat kasus DBD meningkat.

”Di mana DBD ini senang pada air bersih (menggenang), maka kapan paling banyak terjadinya genangan? Ketika terjadi perubahan, kalau musim panas kan langsung kering dan kalau musim hujan akan terbawa arus,” terang dia.

”Tapi kalau musim pancaroba, banyak air menggenang karena tidak langsung kering atau teralirkan. Jadi, memang waspadanya Januari sampai April,” lanjutnya.

Maka dari itu, Vini mengimbau masyarakat untuk memperhatikan faktor kebersihan lingkungan dengan menerapkan langkah 3M (menguras, menutup, mengubur).

Dinkes Jabar minta masyaakat waspada penyakit DBD selama masa pancaroba yang diprediksi terjadi hingga bulan April.
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News