Pemkab Sukabumi Fokus Stabilkan Harga Beras Sebelum Ramadan

Kamis, 22 Februari 2024 – 13:00 WIB
Pemkab Sukabumi Fokus Stabilkan Harga Beras Sebelum Ramadan - JPNN.com Jabar
Ilustrasi cadangan beras. Foto (ilustrasi): Ricardo/JPNN

Namun, untuk pembeliannya dibatasi 10 kg untuk setiap satu kepala keluarga antisipasi adanya oknum yang melakukan aksi borong beras maupun penimbunan.

"Diharapkan dengan adanya pasar murah beras yang digelar Pemkab Sukabumi dengan dukungan Bulog, harga beras bisa berangsur turun dan kembali normal sebelum Ramadhan yakni Rp10 ribu-Rp11 ribu/kg untuk jenis medium dan premium Rp13 ribu/kg," tambahnya.

Ade mengatakan kenaikan harga beras tidak hanya terjadi di Kabupaten Sukabumi, tetapi hampir di seluruh daerah di Indonesia. Naiknya harga pangan utama masyarakat ini dampak dari gagal panen dan kekeringan akibat kemarau panjang di 2023.

Akibatnya waktu tanam padi menjadi mundur sehingga panen pun ikut mundur dampaknya pasokan beras ke pasar berkurang, seharusnya pada Februari sudah mulai masuk musim panen.

Dengan upaya yang dilakukan tersebut seperti pemantauan harga hingga menggelar pasar murah beras, pihaknya optimistis sebelum Ramadhan harga beras sudah bisa kembali normal.

Di sisi lain, ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dengan kenaikan harga beras ini dan jangan sampai melakukan aksi borong karena akan memperburuk keadaan seperti memicu harga beras melonjak.

Dan kepada distributor ataupun pedagang, dirinya mengingatkan agar tidak melakukan aksi curang seperti menimbun, jika kedapatan pihaknya tidak segan memproses secara hukum dan aturan yang berlaku. (antara/jpnn)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi berupaya untuk menstabilkan harga beras yang diharapkan sebelum Ramadan 1445 H harganya bisa kembali normal.

Redaktur & Reporter : Yogi Faisal

Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News