BP2MI: PMI Mudah Terpapar Doktrin Radikalisme di Negara Berkembang

Senin, 20 November 2023 – 20:45 WIB
BP2MI: PMI Mudah Terpapar Doktrin Radikalisme di Negara Berkembang - JPNN.com Jabar
Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani. Foto: sources for jpnn

jabar.jpnn.com, KABUPATEN BANDUNG - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyampaikan Pekerja Migran Indonesia (PMI) cukup rentan terpapar paham radikalisme dari lingkungan sekitarnya.

Ketua BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, potensi PMI terpapar paham radikal tidak kecil. Terutama, PMI yang bekerja di negara-negara berkembang yang memudahkan akses informasi melalui internet.

“Karena potensinya juga tidak kecil. Kita harus waspadai,” katanya di Kabupaten Bandung, Senin (20/11).

Benny mengungkapkan, kelompok penyebar paham radikalisme, menyasar para PMI yang bekerja di luar negeri, dikarenakan PMI kerap mengalami kesepian.

Hal itu, terbukti dari beberapa kasus. Ia menjelaskan, para PMI kerap merasa memiliki sahabat untuk bisa diajak berbincang banyak hal, tanpa mengetahui bahwa dirinya sedang didoktrin atau dicuci otak.

“Mereka bekerja niatnya untuk masa depan tapi setelah di luar negeri, mereka kesepian tidak punya keluarga kemudian kelompok-kelompok radikal menginfiltrasi, kemudian mencuci otak mereka,” terangnya.

Seusai kelompok penyebar radikalisme mencuri hati PMI, korban akan dimintai sumbang dengan kedok donasi untuk kegiatan sosial.

“Awalnya itu mereka dimintai sumbangan. Jadi banyak uang PMI yang kemudian menjadi donasi bagi kegiatan-kegiatan yang sebetulnya awalnya dianggap sosial padahal untuk kegiatan radikal tadi,” tuturnya.

BP2MI menyampaikan bahwa PMI di luar negeri mudah terpapar paham radikalisme dikarenakan faktor kesepian.
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News