Soal Kelangkaan Minyak Goreng, Disperindag Jabar: Ada Indikasi Penimbunan

"Pertama kami berikan suplai, kedua memberikan pengawasan (bagi distributor)," ujarnya.
Menurut Iendra, pengawasan maksimal harus dilakukan agar suplai minyak goreng dapat terjaga dan roda penjualan bisa kembali berjalan seperti sedia kala pada beberapa bulan kemarin.
"Kami awasi produsen sampai distributor dan spekulan kami tinjau langsung, kami lakukan bersama menteri, wali kota, dan ini tergabung dalam Satgas pangan," terangnya.
Sementara itu, untuk mencukupi kebutuhan masyarakat akan minyak goreng. Disperindag Jabar bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan operasi pasar minyak goreng murah di tiga pasar tradisional di Kota Bandung, Senin (21/2).
Dalam operasi pasar tersebut, pemerintah menyediakan 23.000 liter minyak goreng.
"23.000 liter itu kami sebar. Masing-masing 8.000 liter di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi, sedangkan 7.000 liter di Pasar Kiaracondong," ucap Iendra.
Menurut Iendra, harga minyak goreng dari produsen dipatok Rp 10.500, untuk kemudian dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) senilai Rp 11.500 untuk minyak goreng curah.
Meski ketersediaan minyak goreng mulai sulit ditemui, Iendra mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Berdasarkan informasi yang Iendra terima dari produsen, bahwa stok minyak goreng sudah mulai pulih.
Disperindag Jabar menyebut ada indikasi dugaan penimbunan minyak goreng di wilayahnya, di tengah kelangkaan minyak goreng belakangan ini.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News