Pengobatan Jantung dan Bayi Tabung di Malaysia Diminati Warga Indonesia

Dia menilai warga Indonesia lebih memilih Malaysia sebagai rujukan berobat karena harganya yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan negara lain. Kemudian, letak Malaysia pun begitu dekat dengan Indonesia.
"Jadi di Malaysia itu harga yang kami berikan ke pasien adalah sama antara warga Indonesia dan Malaysia, tidak ada bedanya di rumah sakit swasta. Dan satu lagi harga di Malaysia dikawal oleh Kementerian Kesehatan Malaysia," terangnya.
Meskipun demikian, Farah menegaskan rumah sakit di Malaysia tak berniat bersaing dengan rumah sakit di Indonesia dalam memberi layanan kesehatan. Rumah sakit di Malaysia hanya ingin dijadikan sebagai opsi kedua oleh warga Indonesia.
Sehingga, tak ada target khusus jumlah kunjungan pasien yang dicanangkan oleh pemerintah Malaysia. Layanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit di Malaysia merupakan bentuk memuliakan nilai-nilai kemanusiaan.
"Kami tidak pernah bersaing dengan rumah sakit di Indonesia, tetapi kita selalu mau pasien di Indonesia menjadikan Malaysia sebagai second opinion atau opsi kedua untuk melakukan pengobatan, dan juga alternatif," tuturnya.
Sementara, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato' Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, menyebut hubungan terkait medis antara Indonesia dan Malaysia sebenarnya saling menguntungkan.
Meski tak menyebut angkanya secara rinci, Hasrin menyebut marak juga warga Malaysia yang datang ke Indonesia untuk kepentingan medis. Misalnya, untuk kepentingan penelitian kesehatan, obat tradisional, hingga pelatihan bagi dokter.
"Insya Allah kalau berterusan untuk manfaat kedua rakyat kedua negara akan terus menyumbang ke lebih banyak lagi peluang untuk kerja sama di antara Indonesia dan Malaysia khususnya dalam kerja sama kesehatan," terangnya.
Dalam kegiatan Malaysia Healthcare Expo, dijelaskan bahwa warga Indonesia banyak yang berobat ke Malaysia, terutama penyakit jantung dan bayi tabung.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News