Ini Cara Bawaslu Jabar Mengatasi Kerawanan Pemilu

Kamis, 02 Februari 2023 – 21:00 WIB
Ini Cara Bawaslu Jabar Mengatasi Kerawanan Pemilu  - JPNN.com Jabar
Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat (P2M) Bawaslu Jabar Zaki Hilmi dalam kegiatan 'Indeks Kerawanan Pemilu & Pemilihan Serentak 2024 Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung, Kamis (2/2). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jabar.jpnn.com, BANDUNG - Provinsi Jawa Barat menempati urutan keempat kategori tingkat tinggi kerawanan Pemilu secara nasional.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyiapkan sejumlah antisipasi agar kontestasi politik tetap berjalan baik.

Berdasarkan data Bawaslu, provinsi dengan tingkat tingkat kerawanan Pemilu tertinggi adalah DKI Jakarta, disusul Sulawesi Utara, Maluku Utara, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat (P2M) Bawaslu Jabar Zaki Hilmi mengatakan, ada empat dimensi tolak ukur sampai adanya tingkatkan kerawanan.

Keempatnya adalah konflik sosial poliik, penyelenggara, kontestasi, dan partisipasi.

“Ternyata Jabar paling peringkat tertingginya dari kontestasi. Di mana soal hak dipilih kemudian pelaksanaan kampanye,” katanya di Bandung, Kamis (2/2).

Hak dipilih menyangkut soal isu perempuan sebagai calon pemimpin maupun penolakan calon pemimpin berdasarkan isu SARA.

Kemudian, dari sisi kampanye adalah informasi hoaks, black campaign (kampanye hitam), penggunaan fasilitas negara, netralitas ASN, TNI dan Polri lalu soal money politik.

Bawaslu Jabar merilis data bahwa Provinsi Jawa Barat urutan ke-4 kerawanan pemilu. Begini solusinya.
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News