Kriteria Penjabat Wali Kota Bogor Versi Bima Arya

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto menilai Penjabat Wali Kota Bogor harus memiliki pengalaman yang tinggi di pemerintahan agar mampu segera bekerja secara maksimal mengharmonisasi gerak langkah semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
"Mengingat penjabat ini nantinya akan memimpin Kota Bogor selama masa transisi hingga terpilih wali kota hasil pilkada, maka diperlukan sosok yang memiliki pengalaman yang tinggi di dunia pemerintahan," katanya.
Kedua, Penjabat Wali Kota Bogor harus memiliki banyak jaringan dan hubungan yang baik dengan pemerintah pusat (kementerian, lembaga negara, lembaga tinggi negara) maupun provinsi, sehingga akan mempermudah proses pengambilan keputusan maupun akses program.
"Ketiga, sosok yang dapat merajut kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak di Kota Bogor, seperti mampu berkoordinasi dan komunikasi dengan baik bersama TNI, Polri, Kejaksaan, PN, DPRD dan tokoh masyarakat," ujarnya.
Keempat, sambung Atang, sosok Penjabat Wali Kota Bogor haruslah sosok yang baik dengan kepribadian serta rekam jejak yang baik.
"Terakhir, sosok yang netral, independen dan tidak memihak serta tidak menjadi bagian dari kepentingan politik praktis. Karena nantinya Penjabat Wali Kota Bogor akan mengawal proses demokrasi, baik pileg, pilpres, maupun pilkada," ucapnya.
Dirinya berharap semoga kelima kriteria tersebut ada pada semua calon rekomendasi yang bakal diajukan DPRD Kota Bogor kepada pemerintah pusat.
"Semoga nantinya sosok tersebut sesuai dengan harapan seluruh masyarakat Kota Bogor, mampu meneruskan program yang telah berhasil, mengkaselerasi program yang belum tercapai sepenuhnya, serta dapat mengambil keputusan-keputusan tepat," harapnya. (mar7/jpnn)
Wali Kota Bogor, Bima Arya angkat suara terkait kriteria Penjabat Wali Kota Bogor yang akan mengisi kekosongan jabatannya nanti ketika habis pada akhir 2023.
Redaktur & Reporter : Yogi Faisal
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News