Ribuan Calon PPAT Menagih Janji Kementerian ATR/BPN

Setelah pertemuan itu, kata Fitri, pada 19 Desember 2022 pihaknya melayangkan surat dan menagih kejelasan status ribuan calon PPAT itu ke Kementerian ATR/BPN, namun tak ada balasan.
Baca Juga:
Surat kedua kembali dilayangkan pada 6 Januari 2023, hingga 10 hari kerja pihak kementerian masih tak juga merespons.
“Tanggal 18 Januari kami kirim surat kembali, hingga sekarang tidak mendapatkan balasan juga,” jelasnya.
Karena tak kunjung direspons, Fitri dan rekan-rekannya mengirim surat ke Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni pada 30 Januari.
Sehari setelah surat dikirim kepada wamen, ribuan calon PPAT itu akhirnya bertemu dengan Raja Juli Antoni dan mereka dijanjikan untuk dilakukan pertemuan kembali untuk membahas tuntutannya.
“Akhirnya reschedule untuk bertemu, tetapi sampai saat ini belum ketemu, saya harap ada solusi dan teratasi, sudah dua bulan lebih belum ada kepastian,” ungkapnya.
Senada dengan rekannya, Tommy Sukmadinata juga mengaku saat ini statusnya belum jelas. Padahal dia sudah lulus passing grade calon PPAT.
Ia pun menagih surat SKL dan penempatan formasi yang seharusnya didapatkan.
Ribuan calon PPAT yang lulus passing grade menangih janji Kementerian ATR/BPN soal penempatan wilayah dan surat keterangan lulus yang belum diterimanya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News