Bio Farma Siapkan 20 Juta Dosis IndoVac untuk Vaksin Booster Covid-19

jabar.jpnn.com, BANDUNG - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bio Farma terus meningkatkan produksi vaksin Covid-19 IndoVac.
Targetnya, sebanyak 20 juta dosis vaksin IndoVac tengah dipersiapkan Bio Farma untuk memenuhi kebutuhan vaksin penguat atau booster di Indonesia.
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, vaksin IndoVac menjadi jenis vaksin booster atau penguat ketujuh yang dapat dipergunakan Indonesia.
Kepastian itu di dapat, pasca diterbitkannya Ijin Penggunaan Darurat (EUA) Booster dari Badan POM pada (3/11) lalu.
Oleh karena itu, kata Honesti, Bio Farma sudah mempersiapkan kapasitas produksi vaksin IndoVac sebanyak dua puluh juta dosis, yang akan dibuat di fasilitas produksi Bio Farma.
“Kami sudah menyiapkan produksi vaksin IndoVac ini, dari mulai bahan baku dan bahan pendukungnya, dari total dua puluh juta dosis, setidaknya lima juta dosis akan siap dalam waktu dekat," kata Honesti dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com, dikutip Selasa (15/11).
Baca Juga:
Berdasarkan EUA yang ditandatangani oleh Kepala Badan POM RI Penny K Lukito, dijelaskan bahwa Vaksin IndoVac dosis booster akan digunakan untuk masyarakat usia 18 tahun ke atas yang mendapatkan vaksin primer Sinovac (booster heterolog).
Secara paralel, vaksin yang mengandung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) IndoVac sebesar 90,3% merupakan vaksin Covid-19 pertama buatan dalam negeri yang merupakan hasil kolaborasi Bio Farma dengan Baylor College of Medicine dari US, sedang melakukan uji klinis vaksin IndoVac Covid-19 untuk anak-anak pada 6 Oktober 2022, dan diperkirakan EUA untuk vaksin untuk anak-anak akan dirilis pada awal Desember 2022.
“Setelah didapatkan ijin penggunaan darurat untuk - anak, maka vaksin Indovac dapat digunakan untuk jangkauan usia yang lebih luas," kata Honesti. (mar5/jpnn)
Bio Farma menargetkan 20 juta dosis vaksin IndoVac untuk memenuhi kebutuhkan vaksin penguat atau booster Covid-19.
Redaktur & Reporter : Ridwan Abdul Malik
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News