Menilik Makam Ki Marhaen, Inspirator Soekarno yang Luput dari Perhatian Pemerintah

Menurutnya, meski nama Marhaen kerap digaungkan sebagai orang yang menginspirasi Bung Karno, namun kenyataannya, tidak ada campur tangan pemerintah dalam hal perawatan makam tersebut.
Makam bangunan itu dipugar atas bantuan dari organisasi masyarakat (ormas) tertentu.
“Engga ada (bantuan), hanya omongan doang. Kemarin juga ada yang ditanya, tiap bulan ada gak pemasukan dari pemerintah? Kalau pemasukan ke sini mah enggak ada, tetapi gak tau dari atasnya ma. Wallahu alam.” Ujar Akil kepada JPNN.com ditemui di kediamannya, Rabu (1/6).
Berdasarkan laman resmi Sigaya Pinter milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, makam Marhaen merupakan bangunan cagar budaya. Namun tak dijelaskan, kawasan dan kategori bangunan dari makam Marhaen itu.
Informasi mengenai makam Marhaen pun sangat terbatas.
Ketika dikonfirmasi, Abah Akil membenarkan bahwa makam kakeknya itu sudah terdaftar sebagai bangunan cagar budaya.
Hanya saja , Ia menyayangkan karena kondisi bangunan tak pantas disebut cagar budaya.
“Masa cagar budaya, tetapi keadaannya begitu kumuh ya. Ada kandang ayam, bebek, kambing. Masa makam seperti apa ada bau kotoran kambing. Ini mah kenyataannya,” terangnya.
Mengunjungi tempat bersejarah makam Ki Marhaen. Sosok petani yang menjadi inspirasi pemikiran Presiden Soekarno pada masa penjajahan di wilayah selatan Bandung.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News