Pemanfaatan Lahan Eks Gedung Islamic Center Tunggu Hasil Diskusi Publik

jabar.jpnn.com, BEKASI - Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan memastikan pemanfaatan lahan eks Gedung Islamic Center, masuk ke dalam rencana strategis pemerintah daerah sekaligus menjadi salah satu prioritas pembangunan.
"Saya menyerahkan opsi pemanfaatan lahan kepada masyarakat melalui diskusi publik yang telah kami agendakan dalam waktu dekat," katanya, Selasa (31/5).
Dia menjelaskan hasil diskusi itu akan dituangkan dalam rencana strategis mengingat usulan pembangunan daerah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sudah diajukan ke provinsi.
"Saya akan masukkan ke dalam renstra (rencana strategis), karena RPJMD 2017-2022 sudah habis dan usulan RPJMD periode berikutnya telah diajukan ke Gubernur Ridwan Kamil sebelum saya menjabat pada pekan lalu," katanya.
"Syukur-syukur DED-nya dulu selesai, kemudian pembebasan lahan, apalagi kalau nanti kami ada rezeki dari APBD dan APBN, kalau PAD-nya juga meningkat, bisa kami bangun segera," sambungnya.
Dani menjelaskan ada sejumlah opsi yang bisa dipilih masyarakat terkait realisasi pembangunan fasilitas sosial dan umum (fasos/fasum) di atas lahan seluas lima hektare di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara itu.
Opsi pertama adalah pembangunan pusat fasilitas sosial yang telah direncanakan pemerintah daerah sejak 2018 lalu.
Sarana tersebut dibuat sebagai tempat pembinaan masyarakat, tidak hanya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), tetapi juga sektor sosial lain.
Pemanfaatan lahan eks Gedung Islamic Center, masuk dalam rencana strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News