Kolaborasi ASEAN Foundation, bersama TikTok dan SAP Berikan Dampak Nyata untuk Masyarakat

Pada acara Demo Day yang digelar sebelumnya, sejumlah wirausaha sosial diumumkan sebagai pemenang hibah.
Arconesia meraih juara pertama dengan hibah sebesar 7.000 USD, disusul LTS Ventures dan TRI Cycle di posisi kedua dengan masing-masing 6.000 USD. Di posisi keempat ada Second Life (USD 4.000), disusul Jasberry di posisi kelima (USD 3.000), Z-Waka di posisi keenam (USD 2.000), dan Bumi Journey di posisi ketujuh (USD 1.000).
Sementara itu, CEO Arconesia, Jusrian Saubara Orpayanda menuturkan, memenangkan juara pertama dan menerima hibah sebesar USD 7.000 dari ASEAN SEDP 3.0 merupakan kehormatan besar bagi Arconesia.
Prestasi ini semakin memotivasi Jusrian untuk mengintensifkan upaya dalam memberdayakan kaum muda menjadi petani di seluruh Indonesia melalui praktik pertanian regeneratif, seperti penanaman tumpang sari di lahan kelapa sawit, yang sejalan dengan tujuan Indonesia untuk mencapai swasembada pangan.
"Lokakarya ASEAN SEDP 3.0 memberi kami wawasan yang sangat berharga untuk diterapkan dalam bisnis kami," kata Jusrian.
Wawasan dan strategi yang diperoleh dari lokakarya ASEAN SEDP 3.0 telah menggarisbawahi peran penting platform digital dalam memperluas jangkauan wirausaha sosial.
Social Impact APAC, TikTok, Jerry Lewis Ong menuturkan sebagai bagian dari program tersebut, wirausaha sosial juga berpartisipasi dalam TikTok Challenge pertama, sebuah inisiatif yang dirancang untuk memperkuat dampak sosial mereka melalui platform digital.
Dalam konteks ini, dukungan TikTok sangat penting dalam membantu ragam wirausaha ini tumbuh, menjangkau target audiens mereka secara efektif, dan meningkatkan kesadaran akan misi mereka.
ASEAN Foundation, bersama TikTok dan SAP mengumumkan pencapaian luar biasa melalui program ASEAN Social Enterprise Development Programme (ASEAN SEDP) 3.0
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News