BMKG Catat Sumedang Diguncang 9 Kali Gempa Susulan

Namun, menurutnya, gempa paling besar sejauh ini sebesar 4,8 magnitudo yang terjadi menjelang momen pergantian tahun.
“Dinamis, sempat menurun tapi puncaknya di tahun baru, di 4,8. Sampai sekarang tidak ada yang melebihi 4,8 itu saat tahun baru, ke sini mah di bawah 4,8,” kata Herman, Kamis (4/1).
Ia menambahkan, pihaknya sudah menyediakan posko evakuasi bagi warga yang terdampak. Posko itu berada di wilayah Sumedang Utaram tepatnya di Babakan Hurip dan Cimalaka,
Selain itu, adapula tenda bagi para pengungsi yang berdiri di depan RSUD Sumedang. Belum diketahui secara pasti angka jumlah pengungsi.
“Untuk pengungsi di lapangan, sementara kami pasang tenda itu Sumedang Utara di Babakan Hurip dan Cimalaka. Ini saya baru dari desa Padasari di Cimalaka,” ucapnya.
Sebelumnya, pada Rabu (3/1) malam, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau RSUD Sumedang pascarentetan gempa yang mengguncang dengan magnitudo 4,8.
Dari peninjauan dan laporan yang diterimanya dari petugas pemerintahan di Pemkab Sumedang, dipastikan tak ada rumah warga yang bakal direlokasi.
Pemerintah hanya akan memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan dengan kategori berat, sedang, dan ringan.
BMKG mencatat ada sembilan kali gempa susulan yang berpusat di Kabupaten Sumedang pada Minggu (31/12/2023).
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News