PVMBG Ungkap Penyebab Gempa Tektonik 5,3 SR di Pantai Pangandaran

Adapun berdasarkan laporan yang diterima, kejadian gempa ini mengakibatkan sejumlah kerusakan bangunan seperti kantor KUA Kecamatan Cipatujan dan rumah penduduk di Desa Sukarasa, Kecamatan Salawu.
Guncangan gempa bumi ini pun dirasakan di daerah selatan Tasikmalaya dan Pangandaran pada skala IV MMI (Modified Mercalli Intensity).
Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang dilanda guncangan gempa ini terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengan dan tinggi.
“Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena tidak mengakibatkan terjadinya deformasi di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami,” ujar Hendra.
Lebih lanjut, PVMBG pun mengimbau kepada masyarakat di pesisir pantai Pangandaran untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat.
“Tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, dan jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami,” tuturnya.
“Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah, dan likuefaksi,” sambungnya. (mcr27/jpnn)
PVMBG sampaikan analisisnya mengenai penyebab gempa tektonik 5,3 SR yang mengguncang daerah Pangandaran.
Redaktur : Ridwan Abdul Malik
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News