Tips Atasi Potensi Lonjakan Kasus Covid-19 Selama Libur Nataru Versi Epidemiolog UI
![Tips Atasi Potensi Lonjakan Kasus Covid-19 Selama Libur Nataru Versi Epidemiolog UI - JPNN.com Jabar](https://cloud.jpnn.com/photo/arsip/watermark/2021/01/25/ilustrasi_covid-19.jpeg)
Selain itu, masyarakat yang mengalami gejala Covid-19 seperti batuk, sesak napas, pilek, dan demam apalagi disertai batuk dianjurkan untuk tidak berkerumun dan tidak memaksakan diri untuk bepergian.
Mengingat saat ini sedang memasuki musim hujan yang kerap menimbulkan penyakit seperti flu dan batuk yang mirip dengan gejala Covid-19, masyarakat perlu lebih jeli dan proaktif melakukan pemeriksaan.
Penyakit influensa atau batuk pilek yang disebabkan oleh virus influenzae A dan B, serta oleh mikroogranisme lainnya sulit dibedakan dengan infeksi virus Covid-19.
Maka, bagi masyarakat yang berencana bepergian jauh, dirinya berpesan bahwa transportasi yang paling aman digunakan saat ini adalah pesawat terbang, kemudian kereta api antarprovinsi, bus, dan semua angkutan yang ketat dalam memberlakukan peraturan.
Namun, saat ini kebijakan pakai masker jarang dilakukan oleh masyarakat di semua tempat dan di semua angkutan.
“Sehingga, pemerintah harus menggaungkan lagi protokol kesehatan secara cermat dan adekuat agar transmisi Covid-19 dapat berkurang,” kata Tri Yunis Miko.
Dia menuturkan, surveilans kasus Covid-19 dan keberadaan reagen untuk pemeriksaan swab tenggorok, harus segera dilakukan di semua kabupaten/kota di Indonesia.
Dirinya menyebut, seharusnya rveilans ini dilakukan sejak ditetapkannya pandemi berakhir, yaitu dari Maret 2023 hingga sekarang.
Tips Epidemiolog Universitas Indonesia demi mencegah lonjakan kasus Covid-19 saat libur libur natal dan tahun baru (Nataru).
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News