4 Kasus Keracunan Massal Terjadi di Jabar, Dinkes Perketat Pengawasan

Lebih lanjut, terkhusus di wilayah Bandung Barat, dinkes menaruh perhatian khusus sebab sudah dua kali terjadi kasus keracunan makanan di sekolah dasar.
Kemudian, ditambah dengan peristiwa kebakaran lahan tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti, beberapa waktu lalu.
“Ya, KBB sebetulnya kami tuh sekalian dengan TPA Sarimukti pada saat kebakaran. Nah, itu sebenarnya sudah menyampaikan kepada KBB untuk mengingatkan UKS-nya, sudah disampaikan pada saat kunjungan ke Sarimukti,” tuturnya.
Sebelumnya, dalam kurun waktu dua bulan, terjadi kasus keracunan makanan yang terjadi di tiga wilayah di Jawa Barat. Total ada empat kejadian keracunan.
Pada Selasa (26/9), puluhan siswa SDN Jati 3 di Bandung Barat mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi jajanan aci mini alis cimin, bahkan satu siswa di antaranya meninggal dunia karena kejadian itu.
Kemudian, pada Senin (9/10), puluhan orang di Garut dan Tasikmalaya keracunan massal setelah menyantap sate jebred. Keracunan ini membuat tiga warga meninggal dunia.
Keracunan juga kembali dialami siswa SDN 1 dan 2 Cimerang, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat pada Rabu (11/10). Tercatat ada 20 siswa yang keracunan setelah meminum yoghurt.
Terakhir, keracunan massal juga terjadi di Kecamatan Cibeber, Cianjur pada Jumat (13/10).
Dinkes Jabar menyoroti kasus keracunan makanan yang terjadi beberapa kota dan kabupaten di wilayahnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News