Catatan Merah Dunia Pendidikan Kota Hujan

jabar.jpnn.com, KOTA BOGOR - Dunia pendidikan di Kota Bogor kembali digemparkan atas adanya kasus pungli yang melibatkan Kepala Sekolah SDN 01 Cibeureum.
Terduga pun langsung dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah, setelah disambangi langsung oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Rabu (13/8).
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor, Devie P Sultani mengaku merasa miris.
Hal itu karena belum mereda kasus carut-marut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tingkat SMP dan SMA sederajat beberapa waktu lalu, kini muncul kasus dugaan pungli atau gratifikasi di tingkat SD.
Devie merasa Kota Bogor benar-benar tercoreng oleh kasus yang terjadi di dunia pendidikan.
Buruknya sistem pendidikan yang ada di Kota Hujan seakan menggambarkan slogan ‘Anti Pungli’ yang terbentang di atas banner dan terpasang di setiap sekolah yang ada di Kota Bogor hanya ‘lips service’ belaka.
Bukan hanya itu, Kepala Sekolah SDN 01 Cibeureum juga melakukan pemecatan secara sepihak kepada salah satu guru honorer yang mengajar di sana.
Adanya abusive of power yang ditunjukkan oleh Kepala Sekolah SDN 01 ini, dinilai oleh Devie sebagai bentuk kegagalan sistem pendidikan di Kota Bogor.
Pencabulan hingga kasus pungutan liar, menjadi catatan merah dunia pendidikan di Kota Bogor, setelah kisruh kasus PPDB yang belum lama ini terjadi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News