Sendi Fardiansyah Minta Maaf Atas Sikap Arogan Pendukungnya di Debat Pilkada di UIKA Bogor

"Khusus kepada pendukung dan sukarelawan Sendi-Melli, kami menegaskan untuk menjaga kesantunan dan rasa persaudaraan dalam proses pilkada ini," tutupnya.
Sekadar diketahui, ketegangan antara kedua kubu terjadi di penghujung debat, tepatnya saat kedua paslon menyampaikan pernyataan pamungkasnya yang diikuti riuh sorak para pendukung.
Tensi mulai meninggi saat paslon nomor urut tiga Dedie A Rachim dan Jenal Mutaqin menyampaikan pernyataan pamungkas yang dipotong oleh riuh sorak dari pendukung kubu paslon satu.
Tak terima dengan sikap pendukung paslon satu yang memotong pernyataan pamungkas paslon nomor urut tiga Dedie A Rachim dan Jenal Mutaqin, pendukung paslon tiga pun langsung menegur pendukung paslon satu.
"Woi berisik. Diam! Gantian dong! Tolong hargai," teriak pendukung paslon nomor urut tiga kepada pendukung paslon nomor urut satu.
Tak terima ditegur, pendukung paslon nomor urut satu pun langsung meneriaki pendukung paslon nomor urut tiga, yang membuat adu mulut antara keduanya tak terelakan.
"Apa lu? Enggak terima? Sini kalau berani!," teriak pendukung paslon nomor urut satu ke paslon nomor urut tiga.
Adu mulut hingga dorong-dorongan pun terjadi antarkeduanya. Tensi mulai reda saat petugas kepolisian dan pengamanan datang untuk melerai kedua pendukung. (mar7/jpnn)
Calon Wali Kota Bogor, Sendi Fardiansyah meminta maaf kepada semua pihak atas sikap arogan para pendukungnya di debat pilkada yang berlangsung di UIKA Bogor.
Redaktur & Reporter : Yogi Faisal
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News