Mohammad Idris Ajak Tokoh Masyarakat Jaga Keamanan dan Kesejukan Pemilu 2024

“Nomenklaturnya, enggak usah disebut rumah ibadah, disebut saja masjid, musala, gereja, kapel dan lain-lain, begitu juga tempat pendidikan, ada pendidikan formal, ada informal, non-formal, ini masalahnya kan. Nah, sekolah misalnya, sekolah negeri, sekolah swasta, dan definitif itu dijelaskan,” ungkapnya.
“Pesantren tempat pendidikan bukan? Makanya saya jelaskan pesantren, misalnya enggak boleh, itu harus jelaskan, disebutlah secara tekstual, jelas, definitif, seperti itu,” terang Idris.
Menurutnya, aturan-aturan berkampanye yang disebutkan secara jelas itu perlu dijabarkan oleh para penyelenggara pemilu agar menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif.
“Kita sudah nyaman nih, suasananya sudah enak, jangan cuma gara-gara pesta politik, pesta demokrasi, malah kita runyam,” tandasnya. (mcr19/jpnn)
Menjelang Pemilu 2024, Wali Kota Depok Mohammad Idris ajak tokoh masyarakat menjaga kondusifitas agar tercipta pemilu aman dan damai.
Redaktur : Yogi Faisal
Reporter : Lutviatul Fauziah
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News