41,13 Persen Warga Kota Hujan Belum Menentukan Pilihan Siapa Wali Kota Bogor Berikutnya

Yusfitriadi menilai fenomena tersebut menjadi salah satu indikator minimnya pengetahuan warga soal Pemilu 2024, serta kurang efektifnya baliho dan alat peraga kampanye (APK).
"Karena di dalam APK itu biasanya yang besar hanya fotonya, sedangkan informasi lainya itu sangat kecil. Artinya, APK yang selama ini berseliweran di jalanan dan di tempat umum tidak efektif alias gak ngaruh," ujarnya.
Ketidakpahaman warga Kota Bogor akan pendidikan politik, tentu menjadi salah satu dosa bagi KPU, partai politik dan kurangnya sosialisasi yang dilakukan tim sukses.
Selain itu, minimnya pengetahuan warga akan politik tentu membuat potensi politik uang besar kemungkinan terjadi.
"Tentu ini PR bagi semuanya, karena kalau seperti ini kondisinya politik uang sangat mungkin terjadi di Pemilu 2024. Apalagi masa kampanye Pemilu 2024 hanya 75 hari, berbeda dengan masa kampanye 2019 lalu selama enam bulan," tutupnya. (mar7/jpnn)
41,13 persen masyarakat belum menentukan pilihan siapa Wali Kota Bogor pengganti Bima Arya. Begini hasil survei Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus).
Redaktur & Reporter : Yogi Faisal
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News