Tudingan Mahar Politik Nasdem Rp3,5 M, Farhan: Itu Fitnah!

“Maka yang patut diluruskan adalah tidak ada satupun pengurus DPW NasDem Jabar, apalagi Ketua DPW Pak Saan Mustopa yang meminta mahar kepada yang bersangkutan,” lanjutnya.
Menurutnya, komitmen politik tanpa mahar selama menjadi kader NasDem, konsisten diterapkan dalam berbagai kontestasi.
“Prinsip Politik Tanpa Mahar bukan prinsip kosong. Saya sejak bergabung tahun 2018 sampai hari ini tidak pernah dimintai uang sepeser pun untuk pencalonan apapun. Baik untuk pencalonan legislatif maupun pencalonan kepala daerah,” terangnya.
Ia pun menjamin tidak ada pernah mahar politik di Partai NasDem untuk kontestasi politik apapun.
“Kami bisa fokus bekerja karena hasil yang menjadi timbal balik kepercayaan yang diberikan partai, bukan diukur uang apalagi mahar politik untuk pencalonan apapun,” ungkapnya.
Ia pun menyayangkan aksi itu terjadi dan menjadi perbincangan di media sosial.
“Apa yang dilakukan oleh mereka sebagai kader Partai NasDem sangat kekanak-kanakan. Menjadi anggota Partai Nasdem apalagi menjadi Bacaleg,” tegasnya.
“Bagaimana pun menjadi bagian kerja politik yang tidak mengedepankan kepentingan sendiri atau ego pribadi. Kekecewaan pasti ada dan ketika keinginan pribadi tidak terpenuhi, lalu membabi buta seperti itu, maka patut dipertanyakan kelakuan yang bersangkutan jika menjadi pejabat negara,” sambung dia.
Kader Partai Nasdem di Kabupaten Indramayu mengundurkan diri diduga dimintai mahar sebesar Rp3,5 M untuk nomor urut Pileg 2024, M Farhan tegas membela partai.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News