Pandemi, Momen Kebangkitan Endang Koswara Bangun Bisnis Roti

“Waktu itu saya mengajukan bulan November, selang satu bulan, pinjaman langsung cair. Prosesnya sangat cepat,” kata pria berusia 28 tahun itu.
Pinjaman modal kredit bjb Mesra digunakan untuk menambah modal, seperti membeli terigu dan kebutuhan lainnya. Dari yang awalnya antara 3-5 karung, saat ini kapasitas produksinya bisa mencapai 10 karung terigu per hari. Satu karung tepung terigu berisi 25 kilogram.
“Alhamdulillah modal dari kredit bjb Mesra sangat kepakai. Uangnya langsung saya putar lagi untuk membeli terigu dan kebutuhan lainnya. Alhamdulillah sampai sekarang sudah memproduksi 10 karung terigu per hari,” jelas dia.
Menurut dia, bagi pelaku usaha kecil sepertinya, pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan sangat membantu usahanya. Keuntungan yang didapat bisa untuk menambah modal lagi. Berbeda jika bunga pinjaman tinggi, akan sangat membebani usahanya.
“Apalagi pada kondisi saat ini, semua harga bahan baku serba naik. Sedangkan harga jual tidak bisa naik terlalu tinggi, jadi angsuran dari Kredit Mesra ini cukup membantu dan tidak membebani,” katanya.
Dia mengaku, satu bulan lagi pinjamannya akan berakhir. Endang berencana kembali mengajukan pinjaman Mesra kepada bank bjb. Dia berharap pinjaman yang nantinya didapatkan akan dipakai untuk membeli mesin panggang, yang saat ini telah berusia 15 tahun lebih.
Peluang Baru Bagi Pelaku Usaha
Endang Koswara hanyalah satu dari sekian banyak masyarakat yang terbantu oleh program kredit Mesra bank bjb. Buktinya, sejak 2018 sampai saat ini tercatat telah ada 11.516 debitur kredit bjb Mesra.
Kisah Endang Koswara berjualan roti hingga usahanya tumbuh dan berkembang di Kota Bandung.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News