Hamdalah, Angka Stunting Kabupaten Bogor Turun 2,8 Persen

Rabu, 06 Juli 2022 – 20:15 WIB
Hamdalah, Angka Stunting Kabupaten Bogor Turun 2,8 Persen - JPNN.com Jabar
Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan saat memimpin rapat penanganan stunting. Foto : Diskominfo Kabupaten Bogor.

jabar.jpnn.com, KABUPATEN BOGOR - Kasus stunting di Kabupaten Bogor pada 2021 turun menjadi 9,89 persen, lebih rendah 2,8 persen dibanding 2020 yaitu 12,69 persen.

Hal itu membuat Pemkab Bogor percaya diri untuk bersiap menuju Kabupaten Bogor Bebas Stunting (Gobest) di 2023 mendatang.

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan, penanganan stunting di Kabupaten Bogor dilakukan melalui intervensi spesifik, seperti imunisasi, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, serta pemantauan pertumbuhan dan intervensi sensitive.

Tak hanya itu, Pemkab Bogor juga fokus pada penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, peningkatan pendidikan, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan kesetaraan gender demi menekan angka stunting.

“Itu merupakan sejumlah upaya kami dalam penanganan stunting yang terintergrasi dalam mendukung penanganan kemiskinan dan masalah kesejahteraan sosial,” ucapnya, Rabu (6/7).

Selain itu, pihaknya juga telah menetapkan lokus fokus intervensi stunting 2022 yaitu sebanyak 36 desa dari 21 kecamatan.

Meliputi tiga desa di Kecamatan Tanjungsari, empat desa di Kecamatan Tamansari, empat desa di Kecamatan Sukaraja, tiga desa di Kecamatan Rumpin, tiga desa di Kecamatan Pamijahan, tiga desa di Kecamatan Ciomas, dan dua desa di Kecamatan Jasinga.

“Dan sisanya tersebar satu desa di setiap kecamatan,” ujarnya.

Pada 2021 angka stunting di Kabupaten Bogor turun dari 12,69 persen menjadi 9,89 persen, kini Kabupaten Bogor siap menuju Bogor Bebas Stunting (Gobest) di 2023.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News