Gus Udin Ajak Mahasiswa PKU XVII Sadar Sejarah Demi Membangun Bogor di Masa Depan

Minggu, 30 Juli 2023 – 14:00 WIB
Gus Udin Ajak Mahasiswa PKU XVII Sadar Sejarah Demi Membangun Bogor di Masa Depan - JPNN.com Jabar
Ketua MUI Kabupaten Bogor, Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, Aep Saepudin Muhtar alias Gus Udin, saat menjadi pemateri di PKU MUI Kabupaten Bogor. Foto: Source for JPNN.com

jabar.jpnn.com, KABUPATEN BOGOR - Ketua MUI Kabupaten Bogor, Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, Aep Saepudin Muhtar alias Gus Udin mengajak Mahasiswa/I (Pelatihan Kader Ulama) PKU angkatan XVII agar sadar sejarah Bogor di masa lalu demi membangun Bogor di masa kini dan masa depan.

Gus Udin memaparkan jika membicarakan soal Bogor berarti menarasikan sebuah peradaban yang tua.

Diketahui, dalam lintasan sejarahnya Bogor dimulai dari masa prasejarah dengan ditemukannya beberapa situs, di antaranya situs Arcadomas di Tenjolaya (zaman megalitikum), situs Pasir Angin di Cibungbulang (berusia kurang lebih dua ribu tahun) dan situs lainnya.

Kemudian, memasuki masa sejarah (sudah mengenal budaya menulis) dimulai pada masa Kerajaan Tarumanegara (358 M hingga 669 M), ditemukan sejumlah prasasti, seperti Prasasti Ciaruteun di Cibungbulang ditemukan sekitar abad XVIII, Prasasti Tapak Gajah/Kebon Kopi I ditemukan sejak awal abad XIX, dan yang lainnya.

“Sampai memasuki masa keemasan pada masa Kerajaan Sunda Pajajaran yang ibu kotanya di Pakuan dipimpin oleh Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi (1482 - 1579),” ucap Gus Din, dikutip Minggu (30/7).

Dirinya juga menjabarkan bagaimana perkembangan sosial politik Bogor pada masa Belanda, masa Jepang (1942-1945) dan Masa Revolusi Kemerdekaan (1945-1950).

"Pada masa Revolusi, kita bisa lihat perjuangan santri dan kiai di wilayah Bogor Barat, ada seorang ulama, penyair, dan pejuang bernama Raden Abdullah bin Nuh. Pascaproklamasi dibacakan oleh Soekarno, beliaulah yang mengumumkan teks proklamasi dalam Bahasa Arab, sehingga rakyat Mesir dan Timur Tengah mengetahui Indonesia merdeka," tuturnya.

Tak hanya itu, di wilayah Bogor Barat perjuangan melawan kolonial Belanda dipimipin oleh kelompok ulama, di antaranya Hizbul Wathan di Leuwiliang, Al Ittihadul Islamiyah di Cibungbulang dan Taman Siswa Nirmala di Jasinga.

Aep Saepudin Muhtar alias Gus Udin mengajak mahasiswa PKU angkatan XVII agar sadar sejarah Bogor di masa lalu demi membangun Bogor di masa kini dan masa depan.
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News