Satya Heragandhi: Isu Greenflation Tidak Relevan dengan Realitas Indonesia

Jumat, 02 Februari 2024 – 12:30 WIB
Satya Heragandhi: Isu Greenflation Tidak Relevan dengan Realitas Indonesia - JPNN.com Jabar
Dewan Pakar Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Mahfud, Satya Heragandhi (tengah). Foto: Source for JPNN.

jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Dunia politik Indonesia kembali dihebohkan oleh debat calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Umum 2024. Acara ini menjadi momen penting dalam rangkaian kampanye, di mana calon wakil presiden Mahfud MD berkesempatan untuk mengungkapkan pandangan, ide, dan program kerja kepada masyarakat.

Dalam debat tersebut publik menyoroti pertanyaan Gibran tentang Greenflation. Topik inflasi yang berfokus pada aspek ramah lingkungan menarik perhatian karena peningkatan harga energi telah menimbulkan ketegangan sosial dan masalah ekonomi yang signifikan.

Merespons hal tersebut, Dewan Pakar Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Mahfud, Satya Heragandhi memiliki analisis dan penilaian sendiri, bahwa greenflation tidak relevan dengan situasi di Indonesia.

Satya menjelaskan, inflasi hijau merujuk pada kenaikan harga (inflasi) yang disebabkan oleh pertumbuhan biaya teknologi dan energi bersih. Penyebab utamanya adalah harganya yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan teknologi berbasis energi fosil.

Dengan kata lain, kata Satya, istilah ini mencerminkan peningkatan harga barang-barang ramah lingkungan karena permintaan yang tinggi terhadap bahan bakunya yang tidak sebanding dengan pasokan, sehingga inflasi terjadi sebagai dampak dari transisi energi.

"Kemudian, kenapa ini sampai disebutkan? Nah jadi pertanyaan juga. Loh kok sekarang di Indonesia nggak ada apa-apa mengenai greenflation, tiba-tiba ada pertanyaan mengenai greenflation" kata Satya dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com, dikutip Sabtu (2/2).

Satya menyampaikan, konsep green inflation lebih tepat ditujukan pada negara-negara di Eropa yang tengah aktif melakukan transisi energi. Berbeda dengan Indonesia yang saat ini memiliki dua sumber energi utama. Pertama, energi yang digunakan untuk kendaraan sehari-hari, seperti bahan bakar minyak. Kedua, energi listrik.

Namun, lanjut Satya, harga keduanya dikendalikan oleh pemerintah, sehingga saat ini tidak ada perbedaan harga jual antara energi bersih dan energi fosil.

Isu Greenflation yang dicetuskan cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka tidak relevan dengan situasi di Indonesia.
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News