Gubernur Lemhanas Tak Sependapat Soal Pendidikan Militer Siswa Nakal Gagasan Dedi Mulyadi

Kamis, 01 Mei 2025 – 18:02 WIB
Gubernur Lemhanas Tak Sependapat Soal Pendidikan Militer Siswa Nakal Gagasan Dedi Mulyadi - JPNN.com Jabar
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily saat ditemui di acara Halalbihalal DPD Partai Golkar Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (1/5/2025). Foto: Ridwan Abdul Malik/JPNN.com

jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily tak sependapat dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soal sekolah militer bagi siswa bermasalah atau nakal di barak selama 6 bulan sampai 1 tahun.

Menurutnya, pembinaan terhadap siswa harus disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.

Ace menilai ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk membina anak, selain mengirimkan ke barak militer.

"Saya kira kita harus melakukan pembinaan terhadap anak, tentu caranya harus lebih sesuai dengan tahap perkembangan anak," kata Ace di Bandung, Kamis (1/5/2025).

Ace pun lebih memilih mengirimkan anak bermasalah ke lembaga pendidikan yang bersifat religius atau pondok pesantren.

"Saya mungkin minta anak itu dibina melalui pendidikan di pesantren atau pendidikan khusus terhadap mereka," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengatakan, akan "menyekolahkan" siswa bermasalah ke barak militer selama enam bulan hingga satu tahun. Para siswa itu akan dididik dan dibina.

"Bisa enam bulan, bisa setahun," kata Dedi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily tak sependapat dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soal sekolah militer bagi siswa nakal.
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News