BMKG: Hilal 1 Ramadan, Kecil Kemungkinan Teramati 28 Februari 2025

Jumat, 28 Februari 2025 – 15:31 WIB
BMKG: Hilal 1 Ramadan, Kecil Kemungkinan Teramati 28 Februari 2025 - JPNN.com Jabar
Rukyatulhilal. Foto/ilustrasi: arsip JPNN.com/Ricardo

jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - BMKG Stasiun Geofisika Bandung akan melanjutkan pengamatan rukyat hilal Ramadan 2025. Pengamatan tersebut bertujuan untuk menentukan awal Tahun Baru Hijriah, awal Ramadan, Syawal, Hari Raya Idulfitri, dan Iduladha.

Kepala Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu mengatakan, pengamatan hilal saat matahari terbenam akan dilaksanakan pada Jumat (28/2/2025) petang di Observatorium Albiruni Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung (Unisba).

“Mekanisme pengamatan hilal penentu awal Hijriah oleh BMKG ialah dengan memanfaatkan teleskop/teropong terkomputerisasi yang dipadukan teknologi informasi,” kata Teguh dalam keterangannya.

“Saat pengamatan dilaksanakan, kecerlangan cahaya hilal akan direkam oleh detektor yang dipasang pada teleskop yang secara otomatis mengikuti berubahnya posisi bulan di ufuk Barat," lanjutnya.

Data tersebut, lanjutnya, langsung dikirim ke server di BMKG Pusat, untuk kemudian disimpan dan disebarluaskan secara online ke seluruh dunia melalui link: http://hilal.bmkg.go.id.

Selain itu, BMKG juga bakal melakukan rukyat hilal pada hari ini di 37 lokasi di Indonesia.

Untuk di Bandung, tim Stasiun Geofisika Bandung dipimpin langsung oleh Kepala Stasiun Geofisika Bandung.

Teguh mengungkapkan, untuk Kota Bandung, pada tanggal 28 Februari memiliki ketinggian hilal sebesar 4° 1,93’.

BMKG Stasiun Geofisika Bandung akan melanjutkan pengamatan rukyat hilal Ramadan 2025 di Observatorium Albiruni Unisba, sore nanti.
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News