9 Tahun Menghuni Bedeng di Kolong Jembatan Pasupati Bandung, Lina Akhirnya Dapat Hunian Layak

Pemindahan tersebut, merupakan bagian dari program penanganan kesejahteraan sosial perkotaan melalui fasilitasi rusunawa dan pemberdayaan ekonomi yang diinisiasi langsung oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Kami coba tata, sesudah di Jakarta minggu lalu memindahkan yang di bawah kawasan jembatan tol gitu supaya dipindahkan ke rumah susun. Sesudah Jakarta sekarang di Bandung, dan tentu kita akan usahakan dibuat juga di tempat-tempat lainnya,” kata Menteri PKP Maruarar Sirait.
Pria yang karib disapa Bang Ara itu menyebut, sedikitnya ada empat kepala keluarga dari kolong Flyover Pasupati yang akan direlokasi ke rusun yang sudah disediakan.
“Contohnya di sini (kolong flyover) ada 4 (KK) yang saya minta untuk relokasi ke rumah susun. Kemudian, ibunya dikasih pelatihan juga, KPI-nya bisa bekerja dan berusaha,” jelasnya.
Ara mengungkapkan, proses relokasi warga akan dilakukan bertahap yang dimulai pada 18 Desember 2024 mendatang.
Dia juga menegaskan, warga tidak hanya akan direlokasi, tapi juga dibina dan didampingi untuk mendapat kehidupan yang lebih layak.
"Kita lakukan itu rencananya tanggal 18, konsepnya sudah siap tinggal dieksekusi mulai dari pemindahan hingga pendampingan, termasuk (pemberian) modalnya," terangnya. (mcr27/jpnn)
Lina Anggraeni (40), menjadi satu dari empat kepala keluarga (KK) yang tinggal di kolong jembatan Pasupati Bandung, dipindah ke rusunawa.
Redaktur : Ridwan Abdul Malik
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News