Film Pesta Babi Bukan Ancaman Disintegrasi, Justru Kritik Penting bagi Demokrasi

Senin, 08 Juni 2026 – 12:30 WIB
Film Pesta Babi Bukan Ancaman Disintegrasi, Justru Kritik Penting bagi Demokrasi - JPNN.com Jabar
Ilustrasi film dokumenter Pesta Babi. Foto: https://blog.amikom.ac.id/

Narasi Ancaman Dinilai Tidak Sehat bagi Demokrasi

Menurut Nandang, kecenderungan membingkai kritik sebagai ancaman dapat menimbulkan dampak yang kurang sehat bagi kehidupan demokrasi.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi membuat masyarakat enggan menyampaikan pandangan yang berbeda karena khawatir memperoleh stigma tertentu.

“Demokrasi yang sehat membutuhkan ruang dialog yang terbuka, termasuk ruang untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik,” katanya.

Ia menambahkan, negara yang kuat bukanlah negara yang bebas dari kritik, melainkan negara yang mampu mengelola kritik sebagai bahan evaluasi dan perbaikan.

Menurutnya, tidak semua kritik ditujukan untuk melemahkan negara. Banyak kritik justru lahir dari kepedulian terhadap masa depan bangsa dan keinginan agar pemerintah dapat bekerja lebih baik.

Ketidakadilan Lebih Berisiko Memicu Konflik Sosial

Nandang menilai sejarah berbagai negara menunjukkan bahwa konflik sosial maupun gejala disintegrasi lebih sering dipicu oleh ketidakadilan, ketimpangan sosial, diskriminasi, marginalisasi, serta hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik dibandingkan oleh karya seni atau produk budaya.

Pakar Manajemen Publik Nandang Sutisna menilai film dokumenter bukan penyebab disintegrasi bangsa. Menurutnya kritik merupakan bagian penting evaluasi demokrasi
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News