Terpuruk di Papan Bawah, Pelatih Riekerink Ungkap Masalah Dewa United
"Musim lalu kami sering berada di posisi kedua dan cukup mendominasi permainan. Kami juga melakukan perubahan besar, terutama di lini belakang," tuturnya.
Ia pun menyinggung, kondisi serupa yang pernah dialami klub Eropa sekelas Manchester United dan Ajax Amsterdam.
"Kalau melihat contoh di Eropa, klub-klub besar seperti Manchester United dan Ajax Amsterdam juga mengalami periode sulit. Ketika mereka tidak dikelola dengan benar, mereka harus selalu memperbarui diri untuk tetap kompetitif."
"Saat saya mulai di Ajax, mereka berada di posisi ke-16, tahun kedua kami naik ke peringkat 5, tahun ketiga ke peringkat 2," jelasnya.
Pesepakbola yang pernah melatih klub Galatasaray itu mengakui, timnya terlalu berleha-leha. Mereka tidak melakukan perubahan besar, sementara klub lain jor-joran membeli pemain.
Akhirnya, mereka kini harus bekerja keras untuk bisa bangkit dan lolos dari ancaman degradasi.
"Kami punya pemain-pemain bagus, tapi kami mengubah keseimbangan tim. Saya pikir di musim panas lalu kami lupa bekerja sekeras mungkin untuk mempertahankan posisi kedua dan naik ke posisi pertama. Itu masalah yang harus kami hadapi sekarang," ungkapnya.
Juru taktik asal Belanda itu pun berjanji bakal berbenah. Dengan skuad yang kini dimiliki, seharusnya Dewa bisa lebih baik dari sekarang.
Dewa United terpuruk di papan bawah usai empat kekalahan beruntun. Riekerink akui timnya kurang berbenah dan berjanji bangkit saat hadapi Persib.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News