ILeague Ungkap Banyak Pekerjaan Menarik di Balik Industri Sepak Bola Indonesia
"Kalau punya passion di sepak bola, tidak harus jadi atlet. Ada medical officer untuk mahasiswa kesehatan, media officer untuk yang berlatar komunikasi, marketing officer bagi mahasiswa bisnis dan ekonomi, sampai Local Organizing Committee (LOC) bagi mereka yang dari olahraga," paparnya.
Pada setiap penyelenggaraan ILeague Goes to Campus, ILeague membuka kelas-kelas workshop berisi maksimal 50 peserta per kelas. Pemilihan peserta bisa disesuaikan dengan minat maupun latar belakang akademik peserta.
Program ini sebelumnya digelar di Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Setelah UPI, ILeague akan melanjutkan agenda ke Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Lampung, hingga Universitas Airlangga.
Hanif menegaskan, bahwa sasaran kegiatan ini bukan hanya mahasiswa olahraga.
"Intinya kami memberikan gambaran ke mahasiswa, ini loh kompetisi olahraga yang dikelola. Di balik kompetisi ini banyak melahirkan profesi. Contohnya data analyst, tiap klub bisa punya dua sampai tiga orang. Dengan 18 klub Liga 1 plus Liga 2, kebutuhan analisis data saja sudah besar," ungkapnya.
Sementara itu, General Manager (GM) bidang kompetisi dan operasional ILeague, Takeyuki Oya, turut mengapresiasi antusiasme mahasiswa UPI dalam kegiatan tersebut.
"Ini merupakan bentuk dukungan dari UPI dan BRI. Acara luar biasa dan saya senang karena banyak mahasiswa hadir. Kami banyak bicara mengenai olahraga dan sepak bola, dan saya harap program semacam ini bisa terus berlanjut," ucap Oya.
ILeague Goes to Campus di UPI bongkar peluang karier di industri sepak bola, dari atlet hingga profesi non-pemain seperti marketing, media, dan data analis.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News